Senin, 15 September 2014 saya kuliah perilkon di kelas yang berbeda dengan teman-teman yang berbeda pula. Apa yang saya khawatirkan ternyata terbukti, bahwa jadwal kuliah hari kamis siang yang sebelumnya diisi dengan mata kuliah perilkon dipakai sebagai jadwal mata kuliah mayor. Sehingga saya pun mencari kelas baru di KRS B dan akhirnya bergabung dengan teman-teman saya yang lain yang terlebih dahulu mengambil kelas perilkon pagi. Pagi itu, Prof Dr Ir Ujang Sumarwan MSc masuk dan mengisi materi mengenai Konsep Diri dan Pola Konsumsi. Seperti biasanya, apa yang diajarkan Pak Ujang begitu menarik mengingat keseharian saya diisi dengan mata kuliah mayor mengenai cuaca dan iklim.

Konsep diri berkaitan dengan persepsi/perasaan seseorang terhadap dirinya terkait karakter/sifat kepribadian seseorang.

Terdapat 4 Teori konsep diri yang dikemukakan oleh Loudon dan Della Bita, yaitu:

1. Self-appraisal berkaitan dengan perilaku yang diterima atau ditolak masyarakat

2. Looking Glass : konsep diri terbentuk karena seseorang menerima penghargaan orang lain

3. Social comparison : membandingkan dirinya dengan orang lain

4. Biased scanning terkait dengan pandangan seseorang terhadap lingkungannya

 

Dimensi konsep diri merupakan atribut atau unsur yang dari konsep diri dimana unsur yang satu mungkin lebih baik daripada unsur yang lain.

Tiga dimensi konsep diri:

1. Dimensi isi : membandingkan penampilan fisik dengan kepribadian

2. Nilai positif/negatif : kepercayaan diri yang baik/tidak

3. Intensitas, stabilitas, dan akurasi : evaluasi pribadi yagn dihubungkan dengan keadaan yang sebenarnya.

Matriks Dimensi Konsep Diri

  Aktual Ideal
Private Saya kurang percaya diri Saya ingin lebih percaya diri
Social Teman saya mengatakan saya kurang percaya diri Teman saya mengharapkan saya lebih percaya diri

 

Stimulus atau rangsangan di dalam konsep perilaku konsumen berkaitan dengan proses pengolahan informasi. Terdapat beberapa tahap dari proses pengolahan informasi.

1. Pemaparan : kegiatan yang dilakukan pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Pemaparan dibagi menjadi dua yaitu ambang absolut dan ambang berbeda. Ambang absolut merupakan jumlah minimum intensitas hingga seseorang menyadari stimulus. Setiap orang memiliki ambang absolut yang berbeda. Sedangkan ambang berbeda (the differential threshold) merupakan kemampuan konsumen untuk menyadari dua stimulus yang berbeda

JND = I x K

JND (the Just Noticeable Difference Threshold) : jumlah minimal perbedaan harga yang dapat dirasakan konsumen

I : intensitas stimulus awal sebelum ada perubahan

K : konstanta yang menggambarkan proporsi jumlah perubahan dalam stimulus yang diperlukan agar bisa dirasakan (dalam persen)

2. Perhatian : tidak semua informasi bisa diserap konsumen. Konsumen akan memilih informasi mana yang dapat perhatiannya. Ada dua faktor yang mempengaruhi perhatian, yaitu: faktor pribadi dan faktor stimulus. Faktor pribadi merupakan karakteristik yang muncul dari dalam diri konsumen, diluar kontrol pemasar, misalnya : motivasi dan kebutuhan konsumen, serta harapan konsumen yang dipengaruhi pengalaman masa lalu. Faktor kedua yang mempengaruhi perhatian konsumen adalah stimulus. Faktor stimulus bisa dikontrol dan dikendalikan pemasar, misalnya : ukuran, warna iklan, intensitas, kontras, posisi, petunjuk iklan, dll.

3. Pemahaman merupakan usaha konsumen untuk mengartikan sebuah stimulus. Closure merupakan pemahamahan konsumen terhadap iklan yang dipotong/hilang. Tanpa sadar, konsumen akan melengkapi bagian yang hilang tersebut.

4. Penerimaan : persepsi konsumen terhadap objek/produk

5. Retensi : proses pengolahan informasi ke memori jangka panjang

6. Rehearsal : kegiatan konsumen untuk mengingat dan menghubungkan stimulus dengan informasi lain di memori. Rehearsal mempengaruhi jumlah informasi yang pindah dari short ke long term memory

7. Retrieval : mengingat memori untuk mengambil keputusan.

 

 

Sumber : catatan kuliah dan buku

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia

Saya Siti Hawa, Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan IPA, Institut Pertanian Bogor.

Pada hari Kamis, 4 September 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen sebagai SC. Kuliah ini disampaikan oleh Dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Prof Dr Ir Ujang Sumarwan MSc. Beliau juga menulis buku dengan judul Perilaku Konsumen yang dijadikan buku pegangan untuk mahasiswanya.

Hal yang menarik dari kuliah ini adalah bahwa perilaku konsumen bukan hanya mengenai tindakannya, tetapi motivasi dari konsumen itu sendiri yang dipengaruhi oleh proses psikologisnya. Bahkan, pada kebanyakan orang, faktor psikologi menjadi faktor utama yang mendorong seseorang mengkonsumsi. Proses psikologi seorang konsumen akan mempengaruhi perspektif dalam melakukan tindakan.

Ada tiga jenis perspektif, yaitu:

1. Pengambilan keputusan yang dilakukan secara rasional

2. Eksperiensial atau pengalaman, terutama emosional, seperti kesenangan, merokok

3. Pengaruh behavioral atau faktor luar, seperti budaya, lingkungan, dan ekonomi.

Tiga faktor diatas yang dipengaruhi oleh proses psikologi konsumen itu sendiri akan menentukan apakah seorang konsumen membeli karena kebutuhan atau keinginan. Biasanya kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas akan berbenturan dengan kemampuan konsumen yang terbatas. Selanjutnya, seseorang mengenal konsumen yang boros dan konsumen yang hemat. Konsumen boros identik dengan membeli barang yang tidak terlalu diperlukan dimana pengambilan keputusan dilakukan secara irrasional. Walaupun di dalam proses psikologi konsumen boros itu sendiri akan merasa melakukan tindakan yang benar dan sesuai kebutuhan. Biasanya, konsumen boros memiliki sifat mudah terpengaruh hasutan iklan dan tidak ingin disebut jadul atau mengikuti trend. Sedangkan, konsumen hemat bisa diidentikan dengan mereka yang mampu mengolah keuangannya dengan membeli barang-barang sesuai dengan kebutuhan. Namun, bisa saja sebagian orang mencap mereka pelit.

Bicara mengenai konsumen boros dan konsumen hemat, tak lepas dari motivasi mereka dalam membeli barang/jasa. Saat ini ada trend baru seperti hijabers, kawat gigi, gagdet, ataupun android yang diburu konsumen. Konsumen yang memiliki motivasi ikut-ikutan trend, atau selalu ingin tampil beda akan terus mencari gaya terbaru agar tidak disebut ketinggalan zaman. Mereka inilah yang menjadi target pasar dalam menjual barang dan jasa. Tentunya, sebagai konsumen, kita tidak ingin menjadi korban pasar yang hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu, kita harus menjadi konsumen cerdas agar tidak mudah terpengaruh iklan dan tidak tertipu.

Siti Hawa

Departemen Geofisika dan Meteorologi

Fakultas Matematika dan IPA

 

Kuliah Perilaku Konsumen  IKK233  Sep 2014-Jan 2015

Department of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology Bogor Agricultural University IPB

 

Dosen:

Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc

Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA

Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS

Ir. MD Djamaluddin, MSc

Ir. Retnaningsih, MS

 

Text Book:

perilkon

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia

Hmmm,,,, blog ini dibuat pertama kali waktu pengenalan pas TPB. well, ane bermaksud menggunakan ini blog, sebagai tugas dari Bpk. Ujang Dosen Perilkon yang menugaskan kami untuk GoBlog!!! Sebernernyaaa,, ane juga belum tahu bakal ngelanjut ngambil matkul perilkon apa ngga, karena masih ada tiga matkul mayor yang belum ada jadwalnya. Hope everything will be alright :)

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

March 2015
S M T W T F S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Categories
Bookmarks